Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Effendy Simbolon Cs Kembali Panggil Dahlan Iskan Soal PLN

Written By Sepatu on Minggu, 20 Januari 2013 | 00.07

Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, Senin besok diundang oleh Komisi 7 DPR. Dahlan diminta menjelaskan lagi mengenai infesiensi senilai Rp 37,6 triliun saat memimpin PLN.

Hal tersebut diungkapkan oleh ketua Komisi VII DPR, Sutan Bhatoegana kepada detikFinance, Sabtu (19/1/2013).

"Iya, lanjut yang dulu itu, kan kelum selesai tuh," tutur anggota DPR dari Fraksi Demokrat ini.

Sebelumnya, ketua Panja listrik komisi 7, Effendy Simbolon telah memanggil Dahlan selama beberapa kali untuk meminta penjelasan mengenai temuan infesiensi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Namun laporan atas audit keuangan PLN, tahun 2009/2010 ini tidak ditemukan adanya unsur kerugian negara.

Sementara itu, sumber detikFinance di Kementerian BUMN membenarkan Dahlan akan dipanggil oleh Komisi 7 pukul 10.00 wib pada Senin besok. Namun, sumber ini menyebutkan kemungkinan Dahlan tidak bisa hadir karena harus menghadiri acara tentang sapi yang dikelola oleh BUMN di Sidrat Sulawesi Selatan.

"Ada kerjaan dengan PT Berdikari, kalau enggak salah tentang sapi tapi surat sudah dikirimkan (surat ijin ke Komisi 7)," kata sumber tersebut kepada detikFinance.

Selain itu, sumber ini juga mengatakan pemanggilan Dahlan kali ini lebih kental unsur politis. Menurutnya, secara hukum Dahlan siap mempertanggungjawabkan perbuatannya jika dianggap merugikan negara.

Selain itu, penjelasan infesiensi di PLN sebetulnya bisa dijelaskan oleh direksi PLN saat ini sedang menjabat.

(feb/ang)

00.07 | 0 komentar | Read More

Hakim Garis Tewas Setelah Dihajar Pemain Belasan Tahun

Written By Sepatu on Minggu, 13 Januari 2013 | 00.59


DEN HAAG, KOMPAS.com - Seorang hakim garis asal Belanda, Richard Nieuwenhuizen (41), meninggal dunia di rumah sakit di Nieuwegein, pada Senin (3/12/2012) pukul 17:30 waktu setempat. Demikian diumumkan oleh klub Buitenboys, Selasa (4/12/2012).

"Dengan kesedihan mendalam, kami mengumumkan kematian hakim garis Buitenboys, Richard Nieuwenhuizen. Ditunggui keluarganya, ia meninggal dunia pada pukul 17.30 di rumah sakit Nieuwegein. Buitenboys berharap semoga keluarganya diberikan kekuatan," demikian pernyataan Buitenboys, Selasa (4/12/2012).

Peristiwa berawal dari pertandingan level amatir antara Buitenboys dan Nieuw Sloten, Minggu (2/12/2012). Nieuwenhuizen, ayah seorang pemain Buitenboys, menjadi hakim garis pada pertandingan itu.

Setelah pertandingan, Nieuwenhuizen dipukuli dan ditendangi 4-5 pemain Nieuw Sloten. Menurut situs KNVB, Setelah itu, ia masih bisa bangun dan berjalan ke markas klub, tetapi kemudian di bawa ke rumah sakit dan meninggal pada hari berikutnya. Buitenboys tidak menjelaskan penyebab kematian Nieuwenhuizen.

Tiga pemain berusia antara 15-16 tahun ditangkap pada Senin (3/12/2012) pagi karena diduga terlibat dalam pemukulan Nieuwenhuizen.


"Anda tak bisa percaya ini terjadi. Anak-anak berusia 15 dan 16 tahun itu bermain sepak bola. Anda datang untuk menyaksikan dan melihat sesuatu seperti ini," ujar Ketua Buitenboys, Marcel Oost.

Sementara itu, melalui situs resminya, Nieuw Sloten mengucapkan ikut berbelasungkawa dan akan membantu penyelidikan polisi.

"Kami menyampaikan simpati, pertama-tama kepada keluarga almarhum. Kami tak bisa mengatakan apa-apa lagi. Kami juga ingin menyampaikan simpati kepada Buitenboys dan anggota-anggotanya," ujar Nieuw Sloten.

"Kami tentu akan sungguh-sungguh membantu penyelidikan polisi. Kami yakin, mereka yang bertanggung jawab atas aksi tersebut harus dihukum."

"Orang-orang yang sepengetahuan kami bertanggung jawab atas pemukulan itu dikeluarkan dan tak akan pernah menjadi anggota asosiasi kami," demikian pernyataan Nieuw Sloten, Senin (3/12/2012).


Sesaat sebelum kematian Nieuwenhuizen seorang jurubicara polisi, Leonie Bosselaar, mengatakan bahwa pemain yang diduga melakukan pemukulan masih dimintai keterangan. Ia juga mengatakan polisi tak menutup kemungkinan menangkap tersangka baru.


00.59 | 0 komentar | Read More

Rhoma Irama Klaim Dirinya Negarawan


TEMPO.CO, Kediri - Sebagai calon presiden yang bakal maju dalam Pemilu 2014, Rhoma Irama mengaku telah berjuang sejak lama untuk rakyat Indonesia. Rhoma menyebut dirinya tak hanya sebagai seniman, melainkan negarawan.


Pernyataan itu disampaikan Rhoma Irama saat berkunjung ke Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Sabtu siang, 12 Januari 2013. Di depan ribuan santri dan ulama, Rhoma menegaskan komitmennya menjadi presiden ketujuh Republik Indonesia. "Banyak yang bilang saya tak sekadar seniman, tapi juga negarawan," kata Rhoma.


Hanya saja, lanjut Rhoma, perjuangan itu tak dilakukannya melalui jalur politik, melainkan dari lirik lagu. Hal ini dia tempuh karena keterpanggilannya ke dunia politik belum begitu kuat seperti sekarang ini.


Namun, Rhoma mengatakan, lirik lagunya cukup mewakili semangat perjuangan melawan keadaan. "Jauh sebelum internasional bicara soal human right, saya sudah bicara soal HAM," kata Rhoma yang disambung dengan melantunkan petikan lirik lagu berjudul Hak Asasi.


Pada kesempatan itu, Rhoma berharap cita-citanya menjadi presiden Indonesia dapat terwujud untuk membentuk bangsa yang religius.


HARI TRI WASONO


Berita terpopuler lainnya:


Sudah Minta Maaf, Farhat Cuit Ahok Lagi di Twitter


Andi Mallarangeng dan Elang Hitam, Ini Alasannya


7 Eksekutif Super Tajir Yang Gemar Bangun Pagi


00.55 | 0 komentar | Read More

Sendirian & Basah Kuyup, Bocah 11 Tahun Datangi Polsek Duren Sawit




Minggu, 13/01/2013 00:12 WIB







Jakarta - Petugas Polsek Duren Sawit malam ini dibuat bingung. Bukan karena ada kasus besar, melainkan karena kantor didatangi oleh bocah 11 tahun yang sendirian dan terus menangis.

"Dia datang sendirian sambil menangis. Badannya basah karena kehujanan," ucap Petugas Polsek Duren Sawit, Briptu Jainudin ketika dihubungi detikcom, Sabtu (12/01/2013).

Jainudin mengaku belum mengetahui tujuan kedatangan bocah perempuan bernama Mutiah tersebut ke Polsek Duren Sawit. Sebab Mutiah terus menangis, sehingga Jainuddin tidak dapat mengajaknya berbicara.

"Tidak tahu kenapa. Mungkin ditinggalkan orang tuanya," ucap Jainudin.

Mutiah tidak membawa identitas, sehingga Jainuddin juga belum tahu di mana bocah malang ini tinggal. Saat ini, Mutiah masih berada di Polsek Duren Sawit.

"Sekarang masih di sini, sedang kami suruh makan. Sepertinya kelaparan," ujarnya.

(fjp/fjp)









Sponsored Link




00.27 | 0 komentar | Read More

Apple Bajak Pejabat Tinggi Xerox



San Francisco - Dimotivasi berbagai faktor, perpindahan pegawai antara vendor teknologi adalah hal yang lumrah. Seperti Apple yang baru-baru ini membajak pejabat tinggi Xerox Corp.

Adalah Luca Maestri, pejabat Chief Financial Officer Xerox yang memutuskan untuk menyeberang ke Apple. Di Apple, dia akan menjabat sebagai Corporate Controller.

Xerox pun segera mencari penggantinya mengingat CFO adalah posisi penting dalam perusahaan. Luca sendiri masih akan berada di Xerox sampai akhir Februari dalam masa transisi.

Luca ditunjuk menjadi CFO Xerox pada Februari 2011. Sebelumnya, dia sudah malang melintang di perusahaan besar seperti Nokia Siemens Network dan General Motors Corp.

Pada tahun 2011, Luca memperoleh pendapatan senilai USD 3,3 juta dari Xerox. Demikian seperti dikutip detikINET dari Reuters, Sabtu (12/1/2013).

( fyk / fyk )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

00.08 | 0 komentar | Read More

Cerita Masa Kecil, Jero Wacik: Saat SD Saya Mandi Cuma Seminggu Sekali

Garut - Hari ini Menteri ESDM Jero Wacik melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Garut. Jero meresmikan pemanfaatan saluran air bersih melalui pemboran tanah, di desa Sukamerang, Garut setelah sebelumnya meresmikan groundbreaking PLTP Unit V Kamojang.

Pada sambutannya, Jero mengatakan semasa kecilnya dulu kekurangan air. Bahkan, dalam seminggu ia hanya mandi satu kali meski harus berangkat sekolah.

"Waktu saya masih SD, kampung saya sangat susah air. Saya mandinya seminggu sekali. Jadi kadang-kadang hanya pakai tangan dua jari. Saking sulitnya air," ungkap Jero, Sabtu (12/1/2013).

Untuk itu, karena masih terkait dengan Kementeriannya, Jero ingin menciptakan sumur air di mana-mana agar masyarakat terhindar dari krisis air. Air akan diambil melalui proses pemboran yang cukup dalam.

"Saya sudah perintahkan kepada Badan Geologi untuk sebanyak-banyaknya sumur yang dibuat di tanah air. Dan akan saya resmikan langsung, tidak diwakilkan," tegasnya.

Di hadapan warga yang sebagiannya adalah siswa SD, Jero juga mengingatkan agar jangan berkecil hati. Banyak sekali orang hebat di negara ini yang dilahirkan dari desa kecil, salah satunya dia dan Presiden SBY.

"Waktu Pak Menteri kecil seperi kalian ini, tapi nggak punya HP. Kampung Pak Menteri, jangankan mobil, sepeda pun tak ada. Jadi anak-anak yang hidup di kampung, jangan berkecil hati. Kalian bisa jadi menteri atau presiden nanti," terangnya.

Ia menuturkan, di mana ada kesulitan selalu ada sesuatu yang membuat itu menjadi hebat. Seperti tanah kering, mungkin terlihat tidak subur, tapi jika rumput atau pohon yang tumbuh di sana, terbukti akarnya sangat kuat.

"Lihat bapak Presiden, kalau di Pacitan, kampung presiden muncul orang yang hatinya kuat, itu presiden. Pak menteri juga sama, kampung melarat. Untuk itu sekolah serius, tidak boleh berkelahi, hafalkan Pancasila, saling membantu," pungkasnya.

(dnl/dnl)

00.07 | 0 komentar | Read More

Hakim Garis Tewas Setelah Dihajar Pemain Belasan Tahun

Written By Sepatu on Minggu, 06 Januari 2013 | 00.59


DEN HAAG, KOMPAS.com - Seorang hakim garis asal Belanda, Richard Nieuwenhuizen (41), meninggal dunia di rumah sakit di Nieuwegein, pada Senin (3/12/2012) pukul 17:30 waktu setempat. Demikian diumumkan oleh klub Buitenboys, Selasa (4/12/2012).

"Dengan kesedihan mendalam, kami mengumumkan kematian hakim garis Buitenboys, Richard Nieuwenhuizen. Ditunggui keluarganya, ia meninggal dunia pada pukul 17.30 di rumah sakit Nieuwegein. Buitenboys berharap semoga keluarganya diberikan kekuatan," demikian pernyataan Buitenboys, Selasa (4/12/2012).

Peristiwa berawal dari pertandingan level amatir antara Buitenboys dan Nieuw Sloten, Minggu (2/12/2012). Nieuwenhuizen, ayah seorang pemain Buitenboys, menjadi hakim garis pada pertandingan itu.

Setelah pertandingan, Nieuwenhuizen dipukuli dan ditendangi 4-5 pemain Nieuw Sloten. Menurut situs KNVB, Setelah itu, ia masih bisa bangun dan berjalan ke markas klub, tetapi kemudian di bawa ke rumah sakit dan meninggal pada hari berikutnya. Buitenboys tidak menjelaskan penyebab kematian Nieuwenhuizen.

Tiga pemain berusia antara 15-16 tahun ditangkap pada Senin (3/12/2012) pagi karena diduga terlibat dalam pemukulan Nieuwenhuizen.


"Anda tak bisa percaya ini terjadi. Anak-anak berusia 15 dan 16 tahun itu bermain sepak bola. Anda datang untuk menyaksikan dan melihat sesuatu seperti ini," ujar Ketua Buitenboys, Marcel Oost.

Sementara itu, melalui situs resminya, Nieuw Sloten mengucapkan ikut berbelasungkawa dan akan membantu penyelidikan polisi.

"Kami menyampaikan simpati, pertama-tama kepada keluarga almarhum. Kami tak bisa mengatakan apa-apa lagi. Kami juga ingin menyampaikan simpati kepada Buitenboys dan anggota-anggotanya," ujar Nieuw Sloten.

"Kami tentu akan sungguh-sungguh membantu penyelidikan polisi. Kami yakin, mereka yang bertanggung jawab atas aksi tersebut harus dihukum."

"Orang-orang yang sepengetahuan kami bertanggung jawab atas pemukulan itu dikeluarkan dan tak akan pernah menjadi anggota asosiasi kami," demikian pernyataan Nieuw Sloten, Senin (3/12/2012).


Sesaat sebelum kematian Nieuwenhuizen seorang jurubicara polisi, Leonie Bosselaar, mengatakan bahwa pemain yang diduga melakukan pemukulan masih dimintai keterangan. Ia juga mengatakan polisi tak menutup kemungkinan menangkap tersangka baru.


00.59 | 0 komentar | Read More

Jupe Lebih Sulit Akting Dialog Daripada Berkelahi  


TEMPO.CO, Jakarta--Aktris Julia Perez lebih terkenal bermain dalam film horor yang juga menggunakan banyak adegan dialog. Kali ini, ia ditantang sutradara Hanung Bramantyo untuk bermain dalam film 'Gending Sriwijaya' yang juga mengharuskannya berakting berkelahi.


Tak disangka untuk film action pertamanya itu, Jupe, panggilan akrabnya, justru mengaku lebih sulit berdialog daripada akting berkelahi. "Kalau gerakan aku lebih cepat hafal daripada dialog," katanya di FX Senayan, Jakarta pada Sabtu 5 Januari 2013.


Salah satu faktor yang membuat pacar Gaston ini lebih mudah menghayati gerakan bela diri adalah karena Jupe ternyata sudah terbiasa mengikuti ilmu bela diri. "Aku dari kecil ikut merpati putih, silat, taekwondo. Jadi base nya emang bela diri," katanya dengan girang.


Pelantun 'Belah Duren' ini mengaku sangat menikmati pengalaman pertamanya bermain film serius itu. Ia pun merasa biasa sempat mengalamai encok dan terpelintir. Gadis yang terkenal suka berpakaian seksi ini pun tidak jadi masalah ketika badannya biru dan lebam akibat aksi bela dirinya dengan lawan main.


"Semua badan udah biru-biru. Tapi aku nikmatin banget," kata wanita yang memakai leging hitam itu.


Untuk akting berdialog lebih menyusahkannya karena harus memakai logat Palembang. Sebagai masyarakat adat Betawi, ia merasa kesulitan ketika harus mempraktikkannya. "Bahasa Palembang itu sulit buat aku. Harus pakai aksen


pagaralam, 1 bulan harus bisa


aksen-aksen itu," lanjutnya.


Dalam film yang berlatarkan zaman kerajaan Sriwijaya di Sumatera Selatan ini, Jupe berperan sebagai Malini. Malini adalah anak dari Ki Goblek. Ayahnya itu dibuang oleh kerajaan Dapunta karena dikhianati. Akhirnya keluarga Malini menjadi manusia terpinggir dan dijuluki perampok. Padahal keluarga yang dibuang ini sangat peduli dengan budaya dan seni Sumatera Selatan, Sriwijaya.


Menurut pacar Gaston ini, sosok Malini sangat berbeda dengan dirinya. Dalam film itu Malini adalah seorang wanita yang kuat dan tangguh serta pemberani.


Layaknya pendekar wanita dari desa terpencil, Jupe pun memamerkan keahliannya dalam hal bela diri. Gending Sriwijya sendiri baru akan ditayangkan di bioskop pada 10 Januari 2013. Baca berita selebritas lainnya.


MITRA TARIGAN


00.55 | 0 komentar | Read More

2 Teroris Jadi Buron, Polda NTB Tetapkan Pulau Sumbawa Siaga I



Sabtu, 05/01/2013 23:20 WIB








Mataram, - Lima terduga teroris jaringan Poso di Bima dan Dompu, Pulau Sumbawa, NTB, ditembak mati oleh polisi. Sementara dua terduga teroris masih buron. Polisi menetapkan Pulau Sumbawa siaga I.

"Dari tujuh orang tersangka teroris DPO Poso, lima orang sudah ditembak mati, dan masih ada dua orang yang dikejar sehingga kami berlakukan Siaga I di Pulau Sumbawa," kata Kapolda NTB Brigjen Pol Muhamad Iriawan, pada wartawan di Mataram, Sabtu (5/1/2013) petang.

Satu orang terduga teroris berhasil kabur saat Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menggerebek tempat persembunyian terduga teroris di Dusun Kendai 2, Desa Bintek, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Sabtu pagi, pukul 06.30 Wita.

Sementara seorang lainnya, belum diketahui keberadaannya, namun disinyalir masih berada di Pulau Sumbawa. Mereka adalah bagian dari tujuh orang jaringan teroris Poso yang bersembunyi di NTB, setelah menyeberang dari Makassar, menumpang kapal laut. Iriawan memastikan tim Densus Antiteror Mabes Polri terus mengejar dua terduga teroris ini.

"Diperkirakan masih dalam wilayah Pulau Sumbawa, sehingga diberlakukan Siaga I pengejaran kedua teroris DPO Poso itu. Kami berharap masyarakat juga mewaspadai hal ini, jangan sampai terjadi seperti di Poso (ledakan bom di sejumlah lokasi)," ujarnya.

Iriawan mengakui, Siaga I pengejaran kedua teroris itu dipandang penting karena semula kawananan teroris itu hendak melakukan aksi-aksinya di wilayah Bima dan Dompu, sebagaimana laporan tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri kepadanya.

Seperti diberitakan, polisi menembak mati lima terduga teroris di dua tempat terpisah di Bima dan Dompu. Dua terduga teroris yaitu Roy asal Makassar, Sulawesi Selatan, dan Baktiar asal Bima, ditembak mati dalam penggerebekan di Mangge Nae, Kabupaten Bima. Penggerebekan dilakukan pada Jumat (4/1) pukul 18.00 Wita. Terjadi kontak senjata, karena ada perlawanan.

Sementara itu, tiga terduga teroris lain identitasnya belum diketahui. Mereka ditembak mati saat Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menggerebek di tempat persembunyian mereka di Dusun Kendai 2, Desa Bintek, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Sabtu pagi.

(mpr/mpr)









Sponsored Link




00.27 | 0 komentar | Read More

Analis: iPhone Mini Meluncur di 2014



Jakarta - Perebutan kepemimpinan di pasar smartphone makin memanas antara Samsung dan Apple. Seorang analis bahkan percaya bahwa untuk meluaskan segmen pasarnya dan menambah volume penjualan, Apple tak segan-segan mengeluarkan iPhone Mini.

Hal itu dilakukan Apple agar bisa menjangkau konsumen lebih banyak, khususnya mereka yang tak mampu membeli iPhone. Setidaknya inilah pendapat analis dari Startegy Analytics, Neil Mawston.

Samsung dilaporkan telah menjadi pemenang di pertarungan smartphone dan bisa jadi kemenangan tersebut akan berlanjut di tahun 2013.

Mawston memprediksi di tahun ini, Samsung akan menjual sebanyak 290 juta smartphone, sedang Apple berada di bawahnya yakni 180 juta iPhone. Karena bermain di berbagai segmenlah, perusahaan Korea Selatan tersebut sanggup mengalahkan Apple.

Nah, untuk melawan balik, diyakini Apple akan menjadikan iPhone Mini sebagai 'senjata' merebut kepemimpinan dari Samsung. Sesuai namanya, iPhone Mini akan memiliki ukuran yang lebih kecil, dan tentu saja dengan harga yang lebih miring.

Namun kedatangannya diramalkan tak akan terjadi di tahun ini, melainkan di tahun 2014 nanti, demikian seperti dikutip dari Cnet, Sabtu (5/1/2013).

Lain halnya pendapat analis Peter Misek. Ia mempercayai bahwa iPhone berbanderol miring tersebut akan melenggang di tahun ini dengan perkiraan harga USD 200-250.

Di luar isu mengenai iPhone Mini, pertarungan Samsung-Apple di 2013 memang masih menarik untuk disimak. Apalagi rumor mengatakan, masing-masing kubu tengah menyiapkan jagoannya masing-masing.

Jika Samsung diramalkan tengah menyiapkan Galaxy S4, di 'dapur' yang berbeda, Apple juga kabarnya siap meracik iPhone 5S.

( sha / sha )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

00.08 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger