Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Protes Rapat Konsolidasi Kubu Agung, Kubu Ical: Kami Akan Laporkan ke Kapolri

Written By Sepatu on Minggu, 12 April 2015 | 00.27




Sabtu, 11/04/2015 23:49 WIB





Ayunda W Savitri - detikNews





Jakarta - Kericuhan sempat mewarnai Rapat Konsolidasi Internal Partai Golkar versi Munas Ancol di Medan saat Agung Laksono menetapkan Plt Ketua DPD untuk provinsi, kabupaten dan kota. Ketua Fraksi Golkar Ade Komarudin menilai seharusnya Agung berpegang teguh pada putusan sela PTUN.

"Keputusan sela kan mengamanatkan tidak boleh ada langkah yang boleh dilakukan dan kembali kepada kepengurusan Riau tahun 2009," ujar Ade di kediaman Ketua PPP Djan Faridz, Jl Diponegoro, Jakpus, Sabtu (11/4/2015).

Menyoal rapat di Sumatera Utara yang sempat diwarnai kericuhan lantaran ada loyalis Aburizal Bakrie (Ical) meneriaki Agung yang hendak berpidato di hadapan para kader di Hotel Tiara, Medan, Ade menyayangkannya. Dia pun mengatakan pihaknya berencana melaporkan tindakan semena-mena dan melanggar hukum ini ke Polri pada Senin (13/4) mendatang.

"Harusnya aparat penegak hukum menertibkan itu, sesuai dengan hasil keputusan sela. Tidak boleh dibiarkan, kami akan melaporkan itu kepada Kapolri hari Senin," lanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Agung menyatakan, kedatangannya ke Medan merupakan bagian dari pelaksanaan tugas organisasi, menjalankan amanat mahkamah partai dan juga menjalankan keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia yang memerintahkan rekonsiliasi. Maka itu, kata Agung, inilah yang dia lakukan. Konsolidasi dalam upaya menyelamatkan partai.

Kubu Agung sudah menetapkan Leo Nababan sebagai Plt Ketua Golkar Sumut, menggantikan Ajib Shah yang sekarang berada di kubu Aburizal Bakrie. Untuk jabatan Ketua Golkar Sumut yang diduduki Ajib Shah diganti. Akan tetapi posisi Ajib sebagai Ketua DPRD Sumut, Agung menyatakan tetap dipertahankan.

Agung meminta agar tidak ada pemecatan-pemecatan. Konsolidasi dilakukan dari tingkat daerah melalui Musyawarah Daerah (Musda), kemudian Musda di tingkat provinsi hingga kemudian Muyawarah Nasional (Munas) pada 2016.


(aws/fjr)



















Sponsored Link






Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


00.27 | 0 komentar | Read More

Wakapolri Benarkan Teroris yang Tertembak di Pegunungan Sakina Jaya Daeng Koro

Written By Sepatu on Minggu, 05 April 2015 | 00.27




Minggu, 05/04/2015 00:15 WIB








Palu, - Baku tembak antara aparat dan kelompok teroris di Pegunungan Sakina Jaya, Sulawesi Tengah pada Jumat kemarin menyebabkan satu orang kelompok teroris tewas. Wakapolri membenarkan bahwa yang tertembak adalah Daeng Koro, salah satu buron licin teroris kelompok Santoso.

"Dugaan sementara adalah DK, tetapi untuk kepastiannya masih menunggu tes DNA dari keluarganya. Walaupun secara fisik sudah meyakinkan itu inisalnya DK," tuturnya.

Badrodin mengatakan polisi saat ini tengah menjemput keluarga Daeng Koro untuk diambil sampel darahnya. Polisi akan melakukan tes DNA untuk meyakinkan bahwa yang tewas adalah Daeng Koro.

"Kalau hari ini datang, malam ini datang, malam ini kita ambil sampel darah dari keluarga. Paling lambat 2 hari kita ketahui," jelasnya.

Badrodin juga membenarkan bahwa Daeng Koro merupakan pecatan dari TNI. Namun Badrodin enggan menyebut dari satuan mana Daeng Koro berasal.

"Kalau identitas itu betul DK, dipastikan dia pecatan TNI. Kesatuan terakhir dari salah satu satuan di Makassar, Sulawesi Selatan," ungkapnya.


(mpr/mpr)



















Sponsored Link






Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


00.27 | 0 komentar | Read More

Operasi Woyla, Cikal Bakal Dibentuknya Satgas Gultor Sat-81 Kopassus

Written By Sepatu on Minggu, 29 Maret 2015 | 00.27




Minggu, 29/03/2015 00:10 WIB





Elza Astari Retaduari - detikNews


Halaman 1 dari 2






Jakarta - Keberhasilan Kopassus 34 tahun lalu dalam pembebasan sandera teroris yang membajak Pesawat Garuda di Thailand menjadi tonggak sejarah penanggulangan aksi teror di Indonesia. Pembebasan sandera pada tahun 1981 yang dikenal sebagai Operasi Woyla tersebut menjadi cikal bakal dibentuknya Satgas Penanggulangan Teror (Gultor) Satuan-81 Kopassus.

Tepat 34 tahun lalu, Sabtu 28 Maret 1981, Pesawat Garuda DC-9 Woyla dibajak oleh organisasi teroris jihad pertama di Indonesia. Pada 31 Maret 1981, pasukan Komado Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha) yang merupakan nama Kopassus saat itu, berhasil melumpuhkan para teroris dan menyelamatkan seluruh sandera pesawat di Bandara Don Muang, Bangkok, Thailand.

Operasi tersebut di bawah komando mantan Pangab Benny Moerdani yang kala itu menjabat sebagai Kepala Badan Intelejen Strategis (BAIS) ABRI.

"Itu cikal bakal dibentuknya Sat 81. Dengan itu Pak Benny mendorong terbentuknya Gultor Kopassus. Dengan semangat untuk menjaga keutuhan NKRI, terutama dari aksi-aksi teroris," ungkap Komandan Sat-81 Kopassus Kolonel Inf Thevi Zebua saat berbincang dengan detikcom di Mako Kopassus, Cijantung, Jaktim, Sabtu (28/3/2015).

Sat-81 merupakan satuan elit dari Kopassus yang bertugas dalam penanggulangan teror. Satuan ini sering menggelar latihan bersama dengan satuan Gultor dari TNI AU, Detasemen Bravo (Den Bravo) yang merupakan satuan elit Komando Pasukan Khas (Kopaskhas) dan Gultor TNI AL, Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) yang merupakan satuan elit gabungan personel Komando Pasukan Katak dan Taifib Marinir.

Di buku Iwan Santosa dan E.A Natanegara yang berjudul 'Kopassus untuk Indonesia', dijelaskan bahwa keberadaan satuan di TNI dalam penanggulangan teror tidak terlepas dari sejarah keberhasilan Kopassus pada Operasi Woyla. Tak lebih dari 5 menit, seluruh teroris dapat dilumpuhkan dan sandera diselamatkan.

"Terinspirasi dari peristiwa tersebut dan melihat perkembangan situasi serta mengantisipasi maraknya tindakan pembajakan pesawat terbang era 1970/80-an, Kepala BAIS ABRI menetapkan lahirnya sebuah kesatuan baru setingkat detasemen di lingkungan Kopassandha," demikian penjelasan Iwan dan Natanegara dalam bukunya.Next



(ear/jor)



















Sponsored Link






Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


00.27 | 0 komentar | Read More

Polisi Sebut Begal Menembak Juragan Beras pada Saat Suasana Sepi

Written By Sepatu on Minggu, 22 Maret 2015 | 00.27




Sabtu, 21/03/2015 23:08 WIB





Yudhistira Amran Saleh - detikNews





Jakarta - Komplotan begal 'mengeksekusi' Mamat Surahmat di Jl Raya Bogor petang tadi. Apa kata polisi soal aksi sadis yang dilakukan di jalan yang selalu ramai tersebut?

Rahmat yang merupakan juragan beras ditembak di depan Naga Swalayan yang ada di Jl Raya Bogor KM 25. Saat itu Rahmat tengah dalam perjalanan pulang dari tokonya di Ciracas.

"Sebenarnya pas kejadian itu sepi karena salat Maghrib, jadi itu ya kesempatan bagi pelaku," ujar Kapolsek Ciracas Kompol Martono ketika ditemui di RS Polri, Kramat Jati, Jaktim, Sabtu (21/3/2015).

Rahmat yang mengendarai Yamaha RX King tengah melaju di Jl Raya Bogor petang tadi, sekitar pukul 18.30 WIB. Tiba-tiba dia didekati empat orang yang mengendarai dua motor.

Rahmat lantas dipepet namun sempat melakukan perlawanan dengan tangan kosong. Salah satu dari pelaku kemudian menembak Rahmat sehingga korban jatuh tersungkur. Ketika di tengah perjalanan ke rumah sakit, Rahmat menghembuskan nafas terakhir.

Polisi lantas segera melakukan olah TKP di lokasi. Olah TKP dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Ciracas AKP Jubriono.


(fjr/fjr)



















Sponsored Link






Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


00.27 | 0 komentar | Read More

Perang Lawan Begal, Polisi Razia Besar-besaran di Jaktim

Written By Sepatu on Minggu, 08 Maret 2015 | 00.27




Minggu, 08/03/2015 00:02 WIB





Indra Subagja - detikNews




Jakarta - Polisi tengah melancarkan perang besar melawan begal motor. Tak heran kalau upaya pencegahan dilakukan, salah satunya dengan razia.

Informasi dari sejumlah pembaca detikcom, Sabtu (7/3/2015) ‎ puluhan polisi bergerak di kawasan Jl I Gusti Ngurah Rai, Jaktim.


Di dua jalur jalan, polisi berpakaian preman dan juga seragam lengkap berjaga dan memberhentikan kendaraan yang melintas. Petugas melakukan pemeriksaan.


Ada juga petugas bersenjata lengkap. Para petugas ini berasal dari Polres Jaktim. 


Hingga berita ini diturunkan, pukul 23.45 WIB, razia masih dilakukan.



(ndr/aws)



















Sponsored Link






Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


00.27 | 0 komentar | Read More

PPP Kubu Romi Fokus Persiapkan Pilkada, Target Menang di 51 Daerah

Written By Sepatu on Minggu, 01 Maret 2015 | 00.28




Sabtu, 28/02/2015 23:50 WIB





Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews





Makassar - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Ketua Umum Romahurmuziy atau akrab disapa Romi, mengaku akan fokus menghadapi Pilkada yang akan digelar di 204 kota/Kabupaten mulai Desember 2015 mendatang.

Hal ini disampaikan oleh Romi usai membuka Musyawarah Wilayah VII PPP Sulawesi Selatan di hotel Sahid, Makassar, Sabtu (28/2).

"Kami fokus menghadapi Pilkada yang akan digelar di 204 daerah, kami target menang di 51 daerah basis PPP, kami tidak ada keraguan mendaftar Pilkada, karena selama ini putusan PTUN belum inkrach, jadi PPP Muktamar Surabaya yang sah," tutur Romi.

Dalam Pilkada mendatang, PPP kubu Romi menerapkan beberapa strategi untuk memenangkan Pilkada yakni kandidat kepala daerah dari partai berlambang Ka'bah ini harus memiliki integritas, elektabilitas dan akseptabilitas. Serta mengutamakan kader internal yang akan diusung.

"Kandidat calon dari PPP tidak boleh ada sangkutan hukum, sebab 202 dari 503 kepala daerah di Indonesia terjerat hukum, dalam Pilkada nanti koalisi berbasis kearifan lokal, khusus Pilkada tidak ada istilah KMP atau KIH," pungkas Romi yang juga anggota Komisi III DPR RI ini.

Dalam pembukaan Muswil PPP Sulsel ini, Romi didampingi Sekjennya, Aunur Rofiq, Ketua DPW PPP Sulsel Amir Maskara dan lima pengurus DPW dari daerah lainnya, serta mantan Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin.


(mna/kha)



















Sponsored Link






Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


00.28 | 0 komentar | Read More

Sita Kondominium di Bali, Ini Deretan Aset Fuad Amin yang Sudah Diamankan KPK

Written By Sepatu on Minggu, 22 Februari 2015 | 00.28




Minggu, 22/02/2015 00:10 WIB





Taufan Noor Ismailian - detikNews





Jakarta - Penyidik KPK terus menyita sejumlah aset milil mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin. Rupa-rupa aset yang disita mulai dari rumah, apartemen, tanah, mobil dan uang.

"Dalam penyidikan TPPU atas nama FAI, penyidik sejak Januari 2015 hingga hari ini telah melakukan penyitaan terhadap sejumlah aset FAI (Fuad Amin Imron) yang berada di Jakarta, Bangkalan, Surabaya dan Bali," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, Sabtu (21/2/2015).

Aset Fuad Amin yang disita yakni 14 rumah dan apartemen di Jakarta dan Surabaya, 70 bidang tanah termasuk dengan bangunannya "Termasuk kantor DPC Gerindra, Butik dan Toko," terangnya.

Ada pula 19 mobil yang disita di Jakarta, Surabaya serta Bangkalan termasuk odominium milik Fuad di Bali. "Satu kondominium dengan 50-60 kamar di Bali," kata Priharsa.

Kemudian uang sekitar Rp 250 miliar. "Sekitar Rp 234 miliar sudah berada di dalam kas penampungan KPK, selebihnya masih dalam proses pemindahan," sambung Priharsa.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Fuad Amin sebagai tersangka dugaan suap jual beli gas alam di Bangkalan, Jawa Timur usai melakukan operasi tangkap tangan pada 1 Desember 2014 lalu.
KPK juga menjeratnya dengan pasal tindak pidana pencucian uang.


(tfn/fdn)



















Sponsored Link





Twitter Recommendation



  • Derita Penumpang Lion Air, Menunggu Belasan Jam dan Telantar di Ngurah Rai

    2,652 share this.



  • Delay Puluhan Jam, Ketua DPR: Menhub dan Lion Air Harus Bertanggung Jawab

    2,224 share this.



  • Kecelakaan Motor di pejaten Barat Jaksel, Satu Korban Tewas

    2,008 share this.



  • Dari Soekarno-Hatta, Penumpang Lion Air kini Terlunta di Ngurah Rai

    1,973 share this.



  • Trauma, Penumpang Lion Air Minta Kepastian Keberangkatan ke Lombok Pagi Ini

    1,954 share this.




Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


00.28 | 0 komentar | Read More

Pilkada Serentak Digelar Dalam Tiga Gelombang, Ini Aturan Mainnya

Written By Sepatu on Minggu, 15 Februari 2015 | 00.27




Minggu, 15/02/2015 00:02 WIB





Halaman 1 dari 2






Jakarta - Pilkada serentak mulai dirintis tahun 2015 ini dan dilaksanakan dalam tiga gelombang sampai dengan tahun 2018. Pilkada serentak secara nasional baru akan digelar mulai tahun 2027.

"Gelombang pertama dilaksanakan Desember 2015 untuk yang Akhir Masa Jabatan (AMJ) 2015 dan semester pertama tahun 2016. Gelombang kedua dilaksanakan Februari 2017 untuk AMJ semester kedua tahun 2016 dan seluruh yang AMJ 2017. Gelombang ketiga dilaksanakan Juni 2018 untuk yang AMJ tahun 2018 dan AMJ 2019. Serentak Nasional dilaksanakan tahun 2027," demikian siaran pers dari Arwani Thomafi, Anggota Panja Revisi UU Pilkada DPR, Sabtu (14/2/2015) malam.

Hal tersebut merupakan update terakhir hasil rapat Panja Revisi UU No 1 Tahun 2015 tentang Pilkada, antara DPR dengan Pemerintah, Berikut beberapa hal yang sudah disepakati di tingkat panja:

1. Penguatan pendelegasian tugas kepada KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah.

2. Syarat pendidikan Gubernur dan Bupati/ Walikota TETAP yaitu berpendidikan paling rendah SLTA atau sederajat.

3. Syarat usia Gubernur TETAP yaitu berusia paling rendah 30 tahun dan Bupati/Walikota paling rendah 25 tahun.

4. Tahapan uji publik DIHAPUS. Next



(van/fjp)



















Sponsored Link






Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


00.27 | 0 komentar | Read More

Reuni Win-HT Pada Deklarasi Partai Perindo

Written By Sepatu on Minggu, 08 Februari 2015 | 00.28




Minggu, 08/02/2015 00:16 WIB





Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews


Halaman 1 dari 2






Jakarta - Hary Tanoesoedibjo resmi menjadi Ketua Umum Partau Perindo setelah dideklarasikan malam hari ini. Sederet tokoh politik nasional pun hadir untuk menghormati kelahiran kawan sekaligus bakal 'lawan' politik.

Memang tak ada kawan atau lawan abadi dalam politik yang serba dinamis. Salah satunya adalah ketika Wiranto dan Hary Tanoe kembali bersalaman setelah ada perbedaan pandangan politik beberapa waktu lalu.

Tentu publik masih ingat bahwa Wiranto dan Hary Tanoe pernah berpasangan dalam Pemilu dan menamakan diri Win-HT lewat Partai Hanura. Mereka adalah pasangan capres-cawapres yang pertama kali dideklarasikan untuk Pemilu 2014.

Singkat cerita, mereka akhirnya berpisah karena Wiranto mendukung Jokowi-JK dan Hary Tanoe tak sepakat. Namun malam ini keduanya tampak akur kembali.

"Dalam dunia politik itu memang kita saling menghormati. Walau pun beda partainya tapi persahabatan kita jaga. Tidak kemudian beda parpol kemudian kita gak rukun, yang rugi bangsa kita," tutur Wiranto usai acara di Hall D JI-Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2015).

Wiranto pun menepis anggapan bahwa hubungan dengan Hary Tanoe selama ini tak harmonis. Dia juga meminta jangan ada persepsi atau spekulasi berlebihan.

"Jangan persepsi macam-macam, nanti jadinya malah provokasi," imbuh dia.Next



(bpn/jor)











00.28 | 0 komentar | Read More

JK: NU Bisa Mendunia

Written By Sepatu on Minggu, 01 Februari 2015 | 00.27




Sabtu, 31/01/2015 23:48 WIB





Yudhistira Amran Saleh - detikNews





Jakarta - Wapres Jusuf Kalla menghadiri acara ulang tahun PBNU ke-89 di kantornya di Jalan Kramat, Jakarta Pusat. Dalam sambutannya JK mengungkapkan bahwa NU bisa mendunia.

"NU bisa mengembangkan organisasi islam di dunia. Dan tentunya tantangan bangsa merupakan tantangan NU. Jadi bagaimana kita memajukkan umat, pada masyarakat tentu tantangan-tantangan itu berubah," ujar JK dalam sambutanya yang disaksikan ratusan kader NU, Sabtu (31/1/2015).

JK menuturkan untuk mengembangkan harus bisa menyelesaikan beberapa masalah yang ada. Terutama dalam masalah kemiskinan yang masih menempel di Indonesia.

"Kemajuan dan kemakmuran masalah yang masih ada artinya kita belum makmur. Kemiskinan merupakan tantangan utama. Kita membutuhkan teknologi yang baik dan itu juga menjadi tantangan," ujarnya.

JK menambahkan, dalam menuju kesuksesan tidak perlu selalu belajar pada orang lain. Namun, harus bisa mengimpletasikan untuk mencapai tujuan.

"Saya selalu menggambarkan tidak perlu belajar pada orang lain. Maka Saya selalu menyampaikan kemajuan itu harus mengimplementasikan, dimana kita harus mengharmonikan hidup," tutup JK.


(spt/jor)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.








00.27 | 0 komentar | Read More

Residivis Narkoba Tak Kapok Ketika Sudah Hirup Udara Bebas

Written By Sepatu on Minggu, 18 Januari 2015 | 00.27





Jakarta - Agaknya eksekusi mati bagi para terpidana narkoba adalah ungkapan ketegasan negeri ini untuk memerangi barang haram itu. Bukan rahasia lagi ketika ada gembong narkoba yang masih aktif berkecimpung di bidang haram itu dari balik jeruji.

Mungkin ada yang insyaf setelah dikurung bertahun-tahun akibat narkoba. Tapi tak terhitung lagi yang masih mengulangi perbuatan setelah lepas dari penjara seperti yang terjadi di tahun 2013 lalu.

Seorang residivis Nusa Kambangan berinisial LH (52) kedapatan kembali berbisnis narkoba. Identitasnya terungkap setelah petugas Bea dan Cukai menangkap rekannya dari India berinisial KB pada Kamis (25/7/2013) lalu.

Ketika itu Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta menangkap empat tersangka narkoba yang masing-masing adalah KB, LH, SB, dan HJ. Mirisnya lagi, aksi yang mereka lakukan itu menjelang hari raya Idul Fitri.

"Dari tersangka KB, kita berhasil menemukan LH yang merupakan WNI di Cengkareng," ujar Kepala Kantor Bea dan Cukai Soekarno-Hatta, Okto Irianto saat jumpa pers di Media Center Bea dan Cukai Soekarno-Hatta, Cengkareng, Kamis (1/8/2013).

LH baru setahun bebas dari Nusa Kambangan setelah menjalani masa tahanan selama 6 tahun dari yang seharusnya 12 tahun. Menurut Okto, sudah menjadi hal yang lumrah terjadi ketika masa tahanan lebih cepat dari putusan karena ada remisi.

"Kalau si LH ini alasannya karena setelah keluar tahanan dia tidak punya pekerjaan sehingga kembali lagi jual narkoba," ungkap dia.

Dari residivis ini didapati 7 kilogram sabu atau methamphetamine yang dia coba selundupkan lewat mainan berbentuk sofa. Ada pula diantara mereka yang memasukan sabu di celana dalam.

Total estimasi nilai barang bukti yang berhasil di sita dari kasus ini mencapai 9,6 miliar rupiah. Menurut Okto dari hasil penangkapan ini sebanyak 50.000 anak bangsa berhasil diselamatkan.

Anda punya teman, keluarga, atau kerabat yang menjadi korban narkoba? Silakan berbagi ke redaksi@detik.com tentang bahayanya narkoba. Jangan lupa sertakan nama dan nomor telepon Anda. Ayo perangi narkoba!


(bpn/rvk)


Ikuti perkembangan detik demi detik upaya pencarian AirAsia QZ8501 disini.



00.27 | 0 komentar | Read More

Begini Skenario Pencarian Kotak Hitam Jika Sinyal Ping Tak Lagi Terdengar

Written By Sepatu on Minggu, 11 Januari 2015 | 00.27




Sabtu, 10/01/2015 23:50 WIB





Elza Astari Retaduari - detikNews


Halaman 1 dari 2







Jakarta - Ekor pesawat AirAsia QZ8501 telah berhasil diangkat ke permukaan. Namun black box atau kotak hitam yang seharusnya berada di dalamnya belum ditemukan.

Baterai black box memiliki usia yang sangat terbatas, yaitu 30 hari. Jika daya habis, black box tidak dapat memancarkan sinyal ping sehingga semakin sulit mendeteksi keberadaannya. Sinyal ping black box tersebut berasal dari Flight Data Recorder (FDR) dan Cockopit Voice Recorder (CVR).

Untuk itu, tim SAR telah menyiapkan 2 cara pencarian benda yang merupakan kunci untuk mengetahui penyebab kecelakaan pesawat tersebut.

"Kalau suara pinger sudah tidak terdengar, bisa pakai Autonomous Underwater Vehicle (AUV)," kata Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Tatang Kurniadi di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Sabtu (10/1/2015).

AUV berupa robot yang berbentuk seperti rudal. Alat ini dilengkapi dengan kamera sehingga dapat memantau kondisi di dalam air. Namun menurut Tatang, jika mencari black box dengan AUV harus menurunkan kapal selam kecil ke dalam laut. Dari kapal tersebut, tim dapat memotret kondisi di dalam air.

"Kalau tidak mau pakai penyelam, ada ROV (remote operating vehicle-red)," kata Tatang.

ROV dapat dikendalikan dari kapal dengan kabel. ROV memiliki lampu sorot dan kamera. Alat ini juga dilengkapi semprotan dan manipulator atau tangan.Next



(kff/bar)


Ikuti perkembangan detik demi detik upaya pencarian AirAsia QZ8501 disini.








00.27 | 0 komentar | Read More

Tumpangi CN-235, Menko Maritim Intai Laut Indonesia Dari Udara

Written By Sepatu on Minggu, 21 Desember 2014 | 00.28




Sabtu, 20/12/2014 23:38 WIB





Feby Dwi Sutianto - detikNews





Jakarta - Menteri Koordinator Maritim Indroyono Soesilo mengintai laut Indonesia dari udara. Hal itu dilakukannya saat menumpangi CN 235 Intai Maritim dari Skadron 800 Penerbal.

Indroyono melakukan pengintaian bersama Satuan Wing Udara 2 dan Wing Udara 3 Penerbangan TNI AL (Penerbal), Sabtu (20/12/2014). Pesawat intai itu sudah memiliki peralatan canggih untuk mengamankan sumberdaya laut perairan Indonesia.

"Pesawat Intai Maritim ini dilengkapi radar canggih sehingga mampu memantau semua pergerakan kapal yang legal maupun yang ilegal di laut," kata Indroyono melalui siaran pers kepada detikcom, Sabtu (20/12/2014).

Pesawat intai itu dibuat oleh anak bangsa, PT Dirgantara Indonesia. Pesawat dengan baling-baling itu dilengkapi sensor Forward Looking Infrared, kamera udara, system down-link dan up-link radar.

Kapal yang legal terpantai melalui sistem automatic identification system (AIS) dan vessel monitoring system (VMS) yang terpancar dari masing-masing kapal. Sedangkan kapal ilegal tidak memancarkan AIS dan VMS.

"Sehingga daoat diidentifikasi melalui pemantauan langsung dan dilaporkan ke pusat komando guna diambil tindakan," ujar Indroyono.

Saat operasi patroli maritim ini berlangsung, Indroyono dan CN 235 berhasil memantau kapal kontainer, kapal tanker, kapal tongkang batubara serta kapal ikan yang semuanya legal. Radar juga memantau berbagai anjungan minyak yang ada di laut Jawa.

Dengan terbitnya Perpres No 178 Tahun 2014 tentang Badan Keamanan Laut (Bakamla), maka seluruh sarana monitoring, control dan surveillance (MCS) akan diintegrasikan. Sarana itu dimiliki oleh radar pantai Ditjen Perhubungan Laut, TNI AL, Polri dan VMS milik Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Segera diintegrasikan sehingga cakupan pemantauan laut Indonesia menjadi padu dan luas," tutup Indroyono.




(vid/vid)










00.28 | 0 komentar | Read More

Paripurna Munas Jakarta Ditutup, Lanjut Besok dengan Pandangan Daerah

Written By Sepatu on Minggu, 07 Desember 2014 | 00.28




Sabtu, 06/12/2014 23:31 WIB









Jakarta - Paripurna pertama Munas Golkar IX di Ancol, Jakarta Utara, telah diakhiri setelah mengesahkan tata tertib dan jadwal. Munas akan dilanjutkan besok dengan agenda pandangan dari daerah.

"Jadi bagaimana besok dilanjutkan paripurna kedua pukul 10.00 WIB, bagaimana?" ucap pimpinan sidang Ibnu Munzir, di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (6/12/2014).

Ibnu menyebutkan agenda besok pagi yaitu pandangan dari daerah. Meski kondisi Munas yang belum dipenuhi DPD, Ibnu menyebut paripurna sudah kuorum.

"Memenuhi kuorum tadi, pimpinan Munas Agun Gunandjar, Ibnu Munzir, Hasanudin, Safei Kahar, Lamin Sarihi, Leo Nababan, satu lagi dari Jawa Tengah saya lupa," ucapnya.

Sebelumnya, Ibnu menjelaskan perihal legal standing Munas di Jakarta ini. Dia menceritakan perihal kisruh di internal Golkar ketika pleno di DPP hingga kemudian munculnya Presidium Penyelamat Partai Golkar hingga Munas di Bali yang dianggap inkonstitusional.


(dha/fjp)










00.28 | 0 komentar | Read More

Gripen, Alternatif Pengganti Pesawat Tempur F5 Tiger

Written By Sepatu on Minggu, 09 November 2014 | 00.27




Sabtu, 08/11/2014 23:50 WIB





Elza Astari Retaduari - detikNews


Halaman 1 dari 2







Jakarta - TNI berencana mempensiunkan pesawat tempur F5 Tiger dan masih mempertimbangkan beberapa pesawat sebagai penggantinya. Perusahaan Swedia, SAAB pun tengah mendekati Indonesia dengan menawarkan pesawat andalannya, Gripen untuk menggantikan F5 Tiger.

Presiden & CEO SAAB Asia Pasific, dan Enstedt sempat mempresentasikan singkat mengenai spesifikasi Gripen kepada Menhan Ryamizard Ryacudu di booth SAAB dalam acara Indo Defence 2014 Expo&Forum, Kamis (6/11). Selain itu dia pun memberi keterangan pers kepada para wartawan dalam kesempatan yang sama.

"Biaya operasional Gripen per jam 4700 USD. Memang mahal tapi jauh lebih murah dibanding pesawat-pesawat lain. F-16 biaya per jam nya 7.700 USD, F-35A 21.000 USD, Sukhoi di atas itu," ucap Enstedt dalam keterangan pers, Sabtu (8/11/2014).

Gripen dinilai cocok dengan kondisi wilayah Indonesia yang memiliki ribuan pulau karena bisa menyembunyikan diri dengan baik saat keadaan mendesak ketika perang. Menurut SAAB, Kelebihan Gripen lainnya karena merupakan jenis Networked fighter, di mana hal yang sama baru dimiliki oleh Sukhoi Su-27/30 yang memiliki airbone Network (TSK-2). Networked fighter berarti pesawat bisa terintegrasi dengan semua radar di darat.

Dari keterangan yang diterima detikcom, Gripen disebut merupakan yang pertama dari generasi baru sebagai pesawat tempur multi fungsi untuk memasuki servis operasional. Pesawat ini pun sanggup mempertunjukkan jangkauan yang ekstensif dari udara ke udara, udara ke permukaan, dan misi pengintaian menggunakan senjata terbaru.

"Gripen dapat menggantikan F-5E/F tidak hanya dalam peran interceptor, tetapi juga memainkan peran strike fighter. Gripen dapat melakukan berbagai misi seperti offensive counter strike, cruise missile defence, close air support, air interdiction, maritime strike, sea surveillance. Misi-misi tersebut dapat bekerja 24 jam dalam satu minggu dan dalam semua tipe cuaca," demikian seperti yang tertulis dalam keterangan yang diterima detikcom.

Gripen memiliki misil jarak jauh, meteor dan bisa beroperasi dalam landasan darurat saat perang dengan mendarat di jalan raya selama dengan landasan pacu hanya 800 meter saja. Kecepatan pesawat ini mencapai 2.470 km/jam dan bisa diisi bahan bakar dan dipersenjatai lahi dalam 10 menit oleh 5 kru saja dan kemudian terbang lagi.Next







dok. SAAB


dok. SAAB







(ear/spt)










00.27 | 0 komentar | Read More

Menlu Kabinet Jokowi Perlu Sikapi Persoalan Kedaulatan dengan Negara Tetangga

Written By Sepatu on Minggu, 26 Oktober 2014 | 00.28




Minggu, 26/10/2014 00:13 WIB





Fajar Pratama - detikNews





Jakarta - Mulai Senin (27/10) besok, Presiden Joko Widodo akan mengumumkan kabinetnya. Seluruh menteri sudah ditunggu tugasnya masing-masing, tak terkecuali Menteri Luar Negeri yang harus segera menyelesaikan persoalan bilateral dengan negeri tetangga.

"Janji untuk menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional Indonesia atas gangguan dan rongrongan negara lain," ujar Pakar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana dalam pernyataanya, Sabtu (23/10/2014).

Kata Hikmahanto, hal tersebut merupakan satu dari tiga hal utama, dalam kebijakan luar negeri yang perlu dijalankan oleh Menteri Luar Negeri dalam kurun waktu 100 hari sebagai sample mewujudkan janji kampanye Presiden dan Wakil Presiden.

"Tindakan nyata yang dapat dilakukan oleh Menlu adalah terbang ke Tanjung Datu untuk melihat dan memastikan bahwa bangunan mercusuar yang dibangun oleh Malaysia di landas kontinen Indonesia telah benar-benar dibongkar oleh Malaysia," ujar Hikmahanto.

Dalam kunjungan tersebut, kata Hikmahanto, di Kapal Perang Indonesia Menlu dapat menegaskan pelaksanaan kebijakan LN Bebas Aktif yang berorientasi pada mewujudkan Indonesia sebagai negara Maritim. Dalam kesempatan tersebut perlu ditegaskan kebijakan semua negara adalah sahabat Indonesia.

"Kecuali negara tersebut mengganggu kedaulatan dan kepentingan nasional Indonesia. Indonesia akan bertindak tegas dan keras terhadap siapapun negara yang mengganggu kedaulatan dan kepentingan nasional," ujarnya.

Menlu, kata Hikmahanto, juga perlu mengingatkan agar pemerintah Australia tidak lagi melakukan pelanggaran laut Indonesia dalam kebijakannya mengembalikan para pencari suaka yang tidak dikehendaki.

"Pemerintah Australia diminta untuk menghentikan kebijakan unilateral penanganan para pencari suaka yang memanfaatkan wilayah Indonesia," ujar Hikmahanto.


(fjr/fjp)










00.28 | 0 komentar | Read More

Suku Dinas Peternakan Jakbar Temukan 1 Sapi yang Hatinya Ada Cacing

Written By Sepatu on Minggu, 05 Oktober 2014 | 00.27




Minggu, 05/10/2014 00:13 WIB





Septiana Ledysia - detikNews




Jakarta - Beberapa umat muslim sudah merayakan hari Idul Adha dengan memotong sapi atau kambing untuk berkurban hari ini. Dari hasil pemeriksaan Suku Dinas Peternakan Jakarta Barat ternyata masih ada ditemukan sapi yang tidak sehat.

Menurut Kepala Suku Dinas Peternakan Jakarta Barat, Eviaty, sebanyak 27 ekor sapi dan 152 ekor kambing dipotong pada perayaan Idul Adha hari ini. Dari hasil pemeriksaan petugas, ternyata ditemukan satu ekor sapi yang hatinya ada cacingnya.

"Satu sapi di Palmerah saat dipotong hatinya rusak karena cacing," ujar Eviaty kepada wartawan, Sabtu (4/10/2014).

Walau begitu, Eviaty menuturkan keseluruhan hewan kurban yang disembelih dalam kondisi sehat. Dirinya juga menuturkan, jika cacing tersebut hanya bersarang di dalam organ hati saja.

"Jadi ada yang diujungnya saja, atau dipinggir dan tinggal dibuang saja. Selebihnya yang masih bagus bisa dikonsumsi," jelas Eviaty.

Eviaty menambahkan, tahun ini ada sebanyak 13.000 ekor hewan sapi, kerbau, kambing, dan domba yang siap dikurbankan. Dan pemotongan kurban akan dilaksanakan di 219 titik penampungan yang tersebar di 8 kecamatan.


(spt/vid)










00.27 | 0 komentar | Read More

Jamaah Haji Asal Sleman Meninggal Setelah Terlindas Bus di Makkah

Written By Sepatu on Minggu, 21 September 2014 | 00.27




Minggu, 21/09/2014 00:01 WIB









Makkah - Innalillahi wa innaillaihi rojiun, seorang jamaah haji meninggal dunia setelah terlindas bus. Peristiwa itu terjadi di terminal Bus Al-Ghaza, Makkah.

Korban adalah Mudjijem Amat Sadjilah, jamaah hari berusia 73 tahun dengan nomor paspor A8404471, dari Kloter 24 embarkasi Solo. Almarhumah kelahiran Sleman, 31 Desember 1941, dan tinggal di pemondokan Sektor I.07 Makkah.

Menurut informasi dari Seksi Perlindungan Jamaah PPIH Daerah Kerja Makkah, korban atas nama Mudjijem Amat Sadjilah (73 tahun) mengalami patah tulang terbuka dan pendarahan serius. Ia menghembuskan nafas terakhir di RS King Faisol, Makkah.

"Korban mengalami lakalantas terlindas bus sholawat di pintu Terminal Bus Al-Ghaza. Busnya Syarikah Rhawahel dengan nomor armada 355 jurusan Al Ghaza-Bakhutmah, yang dikendarai oleh supir Badarudin an-Nur asal Sudan. Saat ini pengemudi sudah diamankan oleh kepolisian lalu lintas Arab Saudi," kata Kasi Perlindungan Jamaah Haji PPIH Daker Makkah, Jaetul Muchlis kepada Media Center Haji di Makkah, Sabtu (20/9/2014).

Kecelakaan maut ini terjadi saat bus memasuki pintu masuk terminal Al Ghaza, Makkah. Sopir membuka pintu bus sebelum memasuki terminal karena desakan penumpang.

Penumpang pun berhamburan turun, termasuk korban yang sebenarnya dilarang oleh anaknya untuk turun. Namun saat korban belum menginjakkan kedua kaki bus kembali berjalan. Korban terjatuh dan terlindas ban belakang bus.

"Korban mengalami patah tulang terbuka dengan pendarahan serius. Korban dievakuasi dengan Ambulance dari Sektor F dan dibawa ke RSAS King Faisol. Kurang dari 1 jam kejadian, diterima informasi bahwa korban dinyatakan wafat," kata Muchlis.


(van/ahy)










00.27 | 0 komentar | Read More

4 WN Turki yang Diamankan di Sulteng Diduga Jaringan Internasional

Written By Sepatu on Minggu, 14 September 2014 | 00.27




Minggu, 14/09/2014 00:06 WIB







Jakarta - 3 Orang WNI dan 4 Orang WN Turki ditangkap di Sulawesi Tengah atas dugaan terorisme. Diduga mereka berasal dari jaringan internasional.

"Diduga kelompok internasional," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronny F Sompie dalam keterangan yang diterima detikcom, Sabtu (13/9/2014).

Ronny mengatakan, 3 orang WNI tersebut menjemput 4 WN Turki di Makassar. Mereka kemudian mengendarai mobil Toyota Avanza warna merah menuju ke arah Kabupaten Poso.

Polisi kemudian melakukan sweeping terhadap mobil mencurigakan tersebut saat tiba di depan kantor Polres Parigi Moutong. Ketujuh orang itu sempat melarikan diri sebelum akhirnya tertangkap.

Kini mereka diamankan di Mapolres Parigi Moutong. Keempat WN Turki tersebut rencananya akan diterbangkan ke Jakarta esok hari untuk menjalani pemeriksaan intensif.


(kff/kha)










00.27 | 0 komentar | Read More

Ular Hijau Ini Resahkan Warga di Perumahan Depok

Written By Sepatu on Minggu, 07 September 2014 | 00.28




Minggu, 07/09/2014 00:11 WIB





Salmah Muslimah - detikNews


Halaman 1 dari 2







Jakarta - Firgiani atau biasa dipanggil Ayu (40) pemilik rumah di perumahan di Kawasan Studio Alam, Depok resah dengan munculnya ular di garasi rumahnya. Ayu kemudian meminta tolong kepada tim Sioux Snake Rescue (SSR) untuk menangkap ular tersebut.

Kisah penemuan ular ini berawal saat tukang bersih-bersih di rumah Ayu memangkas alang-alang yang tumbuh lebat di garasi rumahnya. Maklum sudah hampir satu tahun rumah tersebut kosong.

Sedang asik memotong rumbut, tiba-tiba terdengar bunyi gesekan, dan ternyata saat dilihat ular berwarna hijau sedang mengumpat dilebatnya alang-alang. Melihat ada ular, bapak pemotong rumput langsung lari ketakutan dan melaporkan kejadian itu ke Ayu.

Ayu yang tahu info soal SSR dari media sosial langsung menghubungi SSR. Dia meminta agar ular tersebut ditangkap. Ayu menjelaskan beberapa kali melihat ular di sana. Di samping rumahnya dulu memang banyak alang-alang.

"Dulunya di samping rumah saya banyak alang-alang. Pas dibabatin ketemu telur dan kulit ular yang kering tapi tidak satu tempat tapi menyebar," jelas Ayu di rumahnya bersama koordinator SSR Erwandi 'Elang' Supriadi di Depok, Sabtu (6/9/2014).

Proses penangkapan ular pun di mulai. Elang yang sudah siap dengan alat penangkap ular yang disebut grabber stick langsung masuk ke dalam rumah. Sementara Ayu dan ibunya menunggu di halaman. "Takut saya, tunggu sini saja," katanya.

Penangkapan ular hampir menjelang maghrib dan suasana sudah mulai gelap karena di rumah tersebut tidak ada listrik. Hampir 2 jam Elang menyisir dalam rumah tersebut, namun hasilnya masih nihil.Next



(slm/rmd)










00.28 | 0 komentar | Read More
Techie Blogger Techie Blogger